Selasa, 30 Maret 2010

Bahan Ajar Kewirausahaan SMK

KEWIRAUSAHAAN SEKOLAH MENENGAH
Perlu diketahui bahwa populasi dunia mencapai enam miliar di akhir 1999 dan tahun 2020, angkanya melonjak menjadi delapan miliar. Apakah dunia (pemerintah) bisa menyediakan pekerjaan untuk sedemikian banyak orang? Industrialisasi memang pernah menjadi primadona dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi modernisasi menyebabkan penggusuran tenaga kerja manusia oleh robot-robot dan mesin. Dan fakta yang ada, kesulitan energi saat ini telah semakin mempersulit kehidupan perusahaan dan semua kelompok manusia dalam berusaha dan bekerja. Lalu siapa yang mendapat beban menciptakan lapangan kerja? Setiap orang, menciptakan sendiri pekerjaannya. Setiap orang, siap atau tidak, kondisi mendorongnya menjadi wirausaha.
Mau pilih yang mana: segera menyiapkan mental dan ketrampilan kewirausahaan atau, saatnya nanti, terpaksa serabutan, mencoba-coba menjadi wirausahawan setelah terdepak dari posisi sebagai pekerja. Oleh karena itu segeralah belajar mengambil inisiatif, inovatif, berani dan kreatif. Mulailah mempromosikan dan menampilkan ide Anda. Anda harus mulai hidup ”sedikit bersusah-payah”, jangan menunggu gaji bulanan, dan mulai menunda kepuasan Anda.
Pada zaman keterpurukan ekonomi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia, kita harus bisa menyerukan pentingnya pembangunan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) sehingga kebanyakan masyarakat tidak ragu lagi untuk mengambil langkah untuk menjadi calon wirausaha. Sesungguhnya kita semua adalah calon-calon wirausaha yang baik, tinggal bagaimana kita mengolah jiwa entrepeneurship yang berhasil. Hal ini jika terrealisasi akan memberikan nafas lega untuk pemerintah karena bisa mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Oleh karena itu, peranan wirausaha penting sekali untuk menentukan masa depan bangsa dan negara.


Mata Pelajaran Kewirausahaan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
A. Latar Belakang

Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan pada dasarnya mencakup pengembangan aspek-aspek moral, akhlak, budi-pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya. Adapun pengembangan aspek-aspek tersebut, bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup, yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi dasar untuk bertahan hidup, serta mampu menyesuaikan diri agar berhasil dalam kehidupan bermasyarakat.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Kewirausahaan berfungsi sebagai acuan pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum pada dasarnya disesuaikan dengan potensi dan karakteristik daerah masing-masing.
Mata pelajaran Kewirausahaan bertujuan agar peserta didik dapat mengaktualisasikan diri dalam perilaku wirausaha. Isi mata pelajaran Kewirausahaan difokuskan pada perilaku wirausaha sebagai fenomena empiris yang terjadi di lingkungan peserta didik. Berkaitan dengan hal tersebut, peserta didik dituntut lebih aktif untuk mempelajari peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi di lingkungannya.
Pembelajaran kewirausahaan dapat menghasilkan perilaku wirausaha dan jiwa kepemimpinan, yang sangat terkait dengan cara mengelola usaha untuk membekali peserta didik agar dapat berusaha secara mandiri.

B. Tujuan
1. Mata pelajaran Kewirausahaan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha.

2. Memahami dunia usaha dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi di lingkungan masyarakat
3. Berwirausaha dalam bidangnya
4. Menerapkan perilaku kerja prestatif dalam kehidupannya
5. Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Kewirausahaan di SMK/MAK meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Sikap dan perilaku wirausaha
2. Kepemimpinan dan perilaku prestatif
3. Solusi masalah
4. Pembuatan keputusan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar